Senin, 04 Maret 2013

Kelas Inspirasi 2013

Saya hanya ingin menulis, merangkai kata, dan mendapatkan kalimatnya. Saya tak terlalu peduli pada tata bahasa, walau saya tahu itu melanggar etika. Hahaha

Kini, hanya ingin menulis, mengungkapkan apa yang ada di kepala saya. Ya, saya bahagia telah menjadi bagian darinya, dari Indonesia mengajar untuk mengikuti Kelas Inspirasi (KI). Menjadi guru sehari untuk menginspirasi anak-anak Indonesia tentang mimpi di masa depan, itulah tujuan utama KI.

Setelah proses seleksi, kami dikumpulkan dalam kelompok-kelompok dan dibagi ke sekolah-sekolah. Briefing yang menyenangkan, survey yang penuh tantangan, dan persiapan yang penuh semangat, membawa saya pada alam baru. Alam sosial, otak kanan yang dipergunakan dan bukan melulu otak kiri yang saya berdayakan. Hahaha…

Dan tibalah di hari Inspirasi, hari pelaksanaan dari segala yang kami sekelompok rencanakan. Bersama sekitar 11 orang hebat, saya melangkah mantap ke kelas-kelas itu. Kelas dimana anak-anak masa depan bangsa belajar. Ya, 20 Februari 2013, kami datang untuk menginspirasi murid-murid di SDN Rawa Badak Utara 11 pagi, Jakarta Utara. Inspirasi sederhana, tentang mimpi, tentang cita-cita, namun kami harapkan mampu berguna bagi mereka.

Polos, nakal, keingintahuan dan sebagian keras kepala, terpancar dari wajah-wajah mungil itu. Saya sangat menikmati perjalanan “mengajar sehari” ini. Mencoba berbagi mimpi, pengetahuan khususnya di bidang kefarmasian, ahhhh menyenangkan!

Dan sungguh di luar ekspektasi saya (dan tentunya kelompok saya), sambutan dari Kepala Sekolah, Guru-Guru, dan murid-murid SDN Rawa Badak Utara 11 pagi sungguh luar biasa. Mereka ramah, mendukung, dan antusias terhadap program ini. Dan puncaknya, kami disuguhi pentas Drumband dan tari-tarian India oleh murid disana. Ahhhh, saya terharu dan entah apa yang membuat saya sangat bahagia :)

Program KI memang luar biasa, dimotori oleh Bapak Anies Baswedan dengan dibantu para pengajar muda (mereka bikin saya iri-mengajar di pedalaman masih menjadi mimpi saya). KI mampu merangkul para professional untuk terjun langsung ke dunia pendidikan dan merasakan bagaimana susah senangnya menjadi guru.


Inilah salah satu pintu kita untuk urun rembug membenahi Indonesia. Inilah sepotong “kue solusi” bagian kita untuk kita ambil, cerna, lalu kita buang permasalahannya. Semoga saya selalu bisa menjadi bagian dari masyarakat yang peduli bukan menggerogoti, menebarkan energi positive bukan justru negative. Dan saya tidak ingin menjadi penonton di pinggiran, namun ikut turun tangan ;) (NI, 28 Feb 2013).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar